
KEDUNGLENGKONG — Guna meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun perangkat dan bahan ajar, MTsN 14 Boyolali menyelenggarakan lokakarya (workshop) Implementasi AI dan NotebookLM dalam Penyusunan Administrasi Pembelajaran. Kegiatan tersebut digelar di ruang kelas VII B MTsN 14 Boyolali pada Rabu (30/9).
Dengan bimbingan Dr. Junaidi, M.Pd., Widyaiswara Ahli Utama Balai Diklat Keagamaan Semarang, para guru mendapatkan materi tentang pemanfaatan AI dan NotebookLM untuk menyusun administrasi pembelajaran yang diintegrasikan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan mudah. Setelah itu, materi yang telah diberikan dipraktikkan secara langsung, diawali dengan menggunakan AI seperti ChatGPT atau Gemini untuk menyusun modul ajar, kemudian menyusun bahan ajar dengan NotebookLM (Gemini Notebook). Para guru antusias mencoba sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Kepala MTsN 14 Boyolali, Murodi Sabikin, berharap agar kegiatan lokakarya ini dapat menambah pengalaman bagi para guru dalam mempersiapkan administrasi pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kompetensi sebagai pengajar. Selain itu, dengan adanya lokakarya tersebut, guru diharapkan dapat lebih siap dalam menghadapi Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) pada akhir Oktober nanti.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali, Kasi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali, serta Pengawas MTsN 14 Boyolali. Dalam sambutannya, Muhammad Miftah selaku Kakan Kemenag Boyolali menekankan pentingnya pendekatan kasih sayang dalam proses pendidikan di madrasah. Sementara itu, Thoriq Arifin selaku Pengawas MTsN 14 Boyolali mengingatkan untuk memanfaatkan AI dengan bijak sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti guru. (sul)

Tinggalkan Balasan